Batu Bara – C137H97O9NS

batu bara

Batu bara memiliki berbagai penggunaan yang penting di seluruh dunia. Penggunan yang paling penting adalah untuk :

  • Bahan bakar pembangkit  listrik
  • Produksi besi dan baja
  • Bahan bakar pembuatan semen
  • Bahan bakar cair.

Coal has many important uses worldwide. Use of the most important is to:

  • fuel power plants
  • iron and steel production
  • fuel manufacture of cement
  • liquid fuel.

Penggunaan batu bara yang penting lainnya mencakup pusat pengolahan alumina, pabrik kertas, dan industri kimia serta farmasi. Beberapa produk kimia dapat diproduksi dari hasil-hasil sampingan batubara. Ter batu bara yang dimurnikan digunakan dalam pembuatan bahan kimia seperti minyak kreosot, naftalen, fenol dan benzene. Gas amoniak yang diambil dari tungku kokas digunakan untuk membuat garam amoniak, asam nitrat dan pupuk tanaman. Ribuan produk yang berbeda memiliki komponen batu bara atau hasil sampingan batu bara:sabun, aspirin, zat pelarut, pewarna, plastik dan fiber, seperti rayon dan nylon.

The use of other important coal include alumina refineries, paper mills, and chemical and pharmaceutical industries. Some chemical products can be produced from by-products of coal. Refined coal tar is used in the manufacture of chemicals such as creosote oil, naphthalene, phenol and benzene. Ammonia gas is taken from the furnace coke is used to make ammonia salts, nitric acid and fertilizer plants. Thousands of different products have coal components or products of coal: soap, aspirin, solvents, dyes, plastics and fibers, such as rayon and nylon.

  • Batu bara juga merupakan suatu bahan yang penting dalam pembuatan produk-produk tertentu:
  • Karbon teraktivasi – digunakan pada saringan air dan pembersih udara serta mesin pencuci darah.
  • Serat karbon – bahan pengeras yang sangat kuat namun ringan yang digunakan pada konstruksi, sepeda gunung dan raket tenis.
  • Metal silikon – digunakan untuk memproduksi silikon dan silan, yang pada gilirannya digunakan untuk membuat pelumas, bahan kedap air, resin, kosmetik, shampo dan pasta gigi.

 

  • Coal is also an important ingredient in the manufacture of certain products:
  • Activated carbon – used in water filters and air cleaners and washing machines blood.
  • Carbon fiber – reinforcement material is very strong but light used in construction, mountain bikes and tennis rackets.
  • Silicon metal – used to manufacture silicone and silane, which in turn is used to make lubricants, water repellents, resins, cosmetics, shampoo and toothpaste.

Mutu dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan, yang disebut sebagai‘maturitas organik’. Proses awalnya gambut berubah menjadi lignite (batubara muda) atau‘brown coal (batubara coklat)’ – Ini adalah batubara dengan jenis maturitas organik rendah. Dibandingkan dengan batubara jenis lainnya, batubara muda agak lembut dan warnanya bervariasi dari hitam pekat sampai kecoklat-coklatan. Akibat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, batubara muda mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batubara ‘sub-bitumen’. Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batubara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam dan membentuk ‘bitumen’ atau‘antrasit’. Dalam kondisi yang tepat, peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit.

Tingkatan Kualitas Batubara
Tingkat perubahan yang dialami batu bara, dari gambut sampai menjadi antrasit – disebut sebagai pengarangan – memiliki hubungan yang penting dan hubungan tersebut disebut sebagai “tingkat mutu” batubara. Batubara dengan mutu yang rendah, seperti batubara muda dan sub-bitumen biasanya lebih lembut dengan materi yang rapuh dan berwarna suram seperti tanah. Batubara muda memilih tingkat kelembaban yang tinggi dan kandungan karbon yang rendah, dan dengan demikian kandungan energinya rendah
      Batubara dengan mutu yang lebih tinggi umumnya lebih keras dan kuat dan seringkali berwarna hitam mengkilap seperti kaca. Batubara dengan mutu yang lebih tinggi, memiliki kandungan karbon yang lebih banyak, tingkat kelembaban yang lebih rendah dan menghasilkan energi yang lebih banyak. Antrasit adalah batubara dengan mutu yang paling baik dan dengan demikian memiliki kandungan karbon dan energi yang lebih tinggi serta tingkat kelembaban yang lebih rendah.

Quality of each coal deposit is determined by the temperature and pressure as well as the formation of a long time , which is called Organic sebagai’maturitas ‘ . Initially the peat transformed into lignite ( lignite ) atau’brown coal ( brown coal ) ‘ – This is the type of coal with low organic maturity . Compared with other types of coal , lignite is quite soft and the color varies from dark black to brown. Due to the effects of temperature and pressure continuously for millions of years , a young coal which changes gradually add organic maturity and young convert coal into coal ‘ sub – bituminous ‘ . Chemical and physical changes continued until coal becomes harder and more black color and form ‘ bitumen ‘ atau’antrasit ‘ . Under the right conditions , an increase in the organic maturity continue, until forming anthracite .

Coal Quality Rankings
The degree of change experienced by coal , from peat to anthracite – known as coalification – have an important relationship and relationship is referred to as the ” level of quality ” coal . Coal with low qualifications , such as lignite and sub ​​- bituminous usually more gentle with fragile materials such as soil and gloomy color . Bituminous coals select high humidity levels and low carbon content , and thus lower energy content
Coal with higher quality are generally harder and stronger and often black shiny as glass . Coal with higher quality , has more carbon content , lower moisture levels and produce more energy . Anthracite is coal with the best quality and the carbon content and thus have higher energy and lower humidity levels.